Seorang korban, mempunyai ciri-ciri : menyalahkan orang lain, mengeluh, membuat berbagai macam alasan-alasan, menunda dan itu semua tidak akan pernah membuat hidupnya lebih baik.

Seseorang yang mengeluh tentang kualitas hidupnya, tetapi yang hanya menyalahkan orang lain yang tidak membuatnya berhasil; tidak akan mengambil tanggung jawab pribadi atas keberhasilannya.

Dia akan mati-matian bertahan dan menyalahkan orang-orang yang menasihatkan kesempatannya untuk berhasil, dan membuat orang-orang yang menyayanginya – menilai ulang perlunya menyayangi angsa berisik yang sedang patah sayap ini.

Bila saja mereka mau berpikir sedikit, bahwa merekalah yang mempertahankan cara-cara mereka yang sekarang, yang hasilnya mereka keluhkan itu. Bahwa merekalah yang tidak berani mengambil risiko, yaitu kemungkinan yang belum tentu lebih buruk dari keadaan yang sedang mereka alami sekarang.

Mohon Anda perhatikan bahwa yang menelantarkan keharusan-keharusannya sebetulnya sedang membunuh waktu yang didalamnya mengalir kesempatan-kesempatannya, dan yang berarti terbunuhnya juga kemungkinan-kemungkinan untuk berhasil.

Dan sampaikanlah kepada mereka yang menunda , bahwa penundaan adalah penyegeraan kemiskinan.
Perhatikanlah juga, bagaimana dia semakin bersedih, setelah dia memutar ulang cerita ketidak beruntungan hidupnya. Lalu perhatikanlah bagaimana seorang yang lain – menjadi congkak karena senang memutar ulang saat-saat pendek dimana dia menang dan dipuji-puji oleh orang lain.

Itu adalah alasan mengapa kita sering menemukan orang-orang kecil dengan kesombongan besar.
Undanglah mereka yang hanya menginginkan keberhasilan, tetapi yang tidak bersedia menyibukkan diri bekerja menuju keinginan mereka untuk mengerti bahwa kerja keras adalah tiket yang memberikan ijin untuk berdiri dalam antrian menuju impian-impian mereka.

Mohon Anda sadari bahwa semua orang yang telah mencoba untuk mengubah kebiasaan yang tidak memuliakan diri mereka, telah merasakan bahwa kebiasaan adalah sebuah sistem sikap dan perilaku yang kekuatannya sangat mengagumkan.

Seorang “pemangsa” adalah orang yang bertanggung jawab dalam hidup dan lingkungannya, dia tidak menyalahkan orang lain, tidak mengeluh dan apapun yang terjadi terhadap dirinya adalah merupakan tanggung jawab dirinya. Dan dia akan berusaha bangkit untuk mendapatkan apa yang telah menjadi haknya untuk berhasil.

Hiduplah sepenuhnya. Hiduplah dengan sekuat-kuatnya. Inilah kehidupan Anda yang sebenarnya.

Bila Anda terus ingat dengan hak Anda untuk mencapai impian-impian kepemimpinan Anda, maka mudah bagi Anda untuk menyiapkan diri bagi peran-peran yang mengharuskan kebaikkan dan perbaikan di lingkungan Anda.

Maka, selalu berupayalah untuk menjadi yang terbaik dalam yang Anda lakukan, perhatikanlah bahwa Alam ini memiliki kejelian untuk mengenali siapapun diantara kita yang terbaik upayanya dalam melayankan kebaikan bagi orang lain, dan karenanya alam menganugrahkan bayaran-bayaran yang terbaik pula.

Ya, alam mengundang kita untuk menjadi pribadi-pribadi bernilai yang kehadirannya mendatangkan kebaikan bagi lingkungannya.

Pribadi-pribadi tersebut mengerti bahwa dia harus sadar dan berada pada setiap penggal perjalanannya, dia sadar mengenai kecepatan majunya, dia mengerti nilai dari kualitas rancangannya, dan dia sadar sekali mengenai keterbatasan waktu dalam hidupnya.

Sadarilah, bahwa selalu ada kemungkinan luar biasa pada orang-orang biasa yang bersedia melakukan apapun yang diatas biasa…

So,let’s do it…Dan Lihat apa yang terjadi!!!Sukses buat mimpi terindah yang pernah Anda miliki…