Siapakah aku?
Yah siapakah aku?
Dengan lembut aku pandang sinar matahari menuju perbaringannya
Masihkah engkau akan menyinari bumi?
Tak terdengar sebuah jawaban…..
Bisu dan ditelan ufuk barat belahan bumi

Wahai jiwaku…..
Mari nyalakan cahaya menerangi gelapnya penyesalan
Merangkai tatapan akan terbitnya sebuah keyakinan
Sebab aku dinaungi perasaan takut dan gagal….

Aku tidak lagi lagi memiliki keyakinan…..
Untuk hadirnya sebuah kebahagiaan….
Dan masih adakah orang yang menyalurkan benih cinta……
Pada sekuntum daun yang telah layu….

Terdengar dengan lembut nyanyian jiwa….
Menggetarkan keberadaan diri…..
Menarik dengan lembut dalam sebuah perenungan…

Kesempatan pertama telah berlalu
Namun masih ada sejuta kesempatan kedua
Yang aku akan daki menuju puncak kebahagiaan.

Wahai jiwaku
Wahai ragaku
Jangan mau dibodohi akan sebuah kesalahan.
Mari maju dengan tegap memperbaiki kekeliruan
Dan merajutnya dengan cinta yang tulus.

Wahai nuraniku
Percayalah bahwa masih ada keajaiban dari sebuah cinta….
Yang memberikan warna dan sejuta senyum
Ijinkan diri mu ntuk percaya!

Pabila kita ingin memperoleh cinta dan kebahagiaan
Ijinkan terlebih dahulu cinta dan kebahagiaan
Meretas di setiap langkah kehidupan
Menyejukkan dan menetramkan sang penerima
Sembar menanti dia yang telah ditetapkan……

Hidup adalah untaian nyanyian jiwa yang kita rasakan pada setiap permenungan. Relakan dan ijinkan nyanyian jiwa sebagai pelipur lara, dan rasakan hentakan semangat di dalam jiwa mengalir mengalahkan semua ketakutan dan kegagalan, sembari menunggu dimana dia akan berlabuh..